Sinopsis Collection

~ First Sinopsis

STEFANI STORY

Keluarga ini merupakan keluarga yang cukup sederhana, bahkan bisa dikatakan sangat sederhana. Beranggotakan ayah, ibu, dan dua orang anak.
Ramon sebagai anak lelaki pertama yang selalu dibanggakan oleh ayahnya, dan Stefani anak perempuan bungsu dari keluarga tersebut.
Sejak kecil sepasang kakak beradik ini, berlaku sebagai pemerhati tingkah laku kedua orangtuanya. Pertengkaran karena masalah sepele 'Uang', ayah yang selalu memarahi ibunya, menuduh-nuduh sang ibu yang tidak-tidak, emosi sesaat membuat anak-anaknya terkena imbas kemarahan dari sang ayah.
Namun, terkadang situasi di rumah berubah drastis menjadi sangat akrab. Mereka belum mengerti kehidupan berumah tangga, yang mereka tahu di usianya hanya kesenangan dan kasih sayang dari orangtua.
Hal tersebut menjadi keterbiasaan Ramon dan Stefani, hanya meminta sesuatu jika diperlukan. Naluri seorang anak menginginkan barang yang di inginkan berubah menjadi apakah barang tersebut diperlukan hanya karena perasaan takut memintanya.
Melihat kondisi tersebut, membuat mereka ingin pergi dari rumah. Dan hal tersebut menimbulkan rasa tidak menghargai terhadap ayahnya.
Saat Ramon dan Stefani beranjak dewasa dan sudah merasakan dunia kerja. Mereka mulai mengetahui susahnya mencari uang, dan menyadari bahwa tindakan tidak menghargai terhadap ayahnya sangatlah salah.
Stefani merasakan titik balik yang menggugah dirinya dan kakaknya. Dibalik sikap kurang baik yang dilakukan kedua orangtua mereka. Ada rasa kasih sayang yang tertutupi oleh emosi dari sakit hati mereka selama ini.
Sang ayah yang membesarkan mereka dengan kerja keras, sehingga mampu menyekolahkan mereka, pesan yang menghindarkan dari berbagai masalah, hadirnya ayah tepat waktu untuk mengantarkan dan menjemput mereka ke sekolah.
Sang ibu yang menyediakan makanan tepat waktu, menyiapkan bekal setiap hari serta segala keperluan sekolah, membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah, kesabaran yang diucapkan dalam setiap doa-doanya.
Bahkan sampai saat inipun peran kedua orangtua mereka sangatlah berpengaruh.
Ingin memberikan sesuatu terlintas dipikiran mereka, karena selama ini sejak mereka sudah bekerja belum pernah membelikan apapun untuk orangtuanya, sebagai rasa terimakasih dan ucapan maaf atas hal buruk yang ada di pikiran mereka, sehingga melupakan hal-hal baik yang pernah mereka rasakan.


~ Dalam sebuah keluarga pasti ada senang dan sedih, masalah yang datang silih berganti. Itu merupakan bumbu yang diberikan agar tidak terasa hambar. Jangan menjadikan kesedihan sebagai trauma yang melemahkan tanpa ada kekuatan untuk bangkit, karena ada kebahagiaan sebagai penyeimbangnya, sehingga membuat cita rasa menjadi pas. ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar