GRANDMA STORY (Part 1)
"Aku ndisik nduk senengane dolanan
karo mbak ku." kata nenek dengan semangat menceritakan masa-masa kecilnya.
Beliau selalu bercerita setiap melihat
sesuatu hal yang membuatnya teringat masa lalu.
Seperti saat ini, aku baru saja bertengkar
kecil dengan saudara perempuanku. Penyebabnya sih bukan hal yang besar, hanya
kakiku saja yang sedikit jahil mensenggol-senggol kaki kakakku ... :D *Jadi deh adegan tendang-tendangan
kaki di tempat tidur* ~ Don't
try that !!
Melihat kejadian tersebut, nenek ku pun
langsung angkat bicara.
"Bocah loro ae senengane
tukaran" *Ya .. klo
rame-rame mah tawuran nek*
Inilah saat-saat menariknya, kita berdua
mulai mendekati nenek. "Aku yo ndableg tapi ga tau tukaran koyok ngono
karo dulurku."
"Koyok aku lak an bu? Nakal." *Aku memanggil nenek ku dengan
sebutan ibu, bukan karena tidak tahu orangtua asliku, dari kecil aku terbiasa
memanggil beliau ibu*
"Yo, tapi aku luwih nakal."
"Kok bisa bu?" kakak ku mulai
ikut nimbrung.
"Iyo, aku tau nyawat drijine mbak ku
sampe tugel." Kita berpandangan seketika dan beberapa saat kemudian
langsung meledak-ledak. *Tenang,
ga perlu kaget meledaknya kyak apa. Biasa lah kaum wanita :D*
"Ya' opo critane bu?" *Mulai pasang muka serius
#Penasaran*
"Dolanan ku ga koyok saiki nduk,
ndisik aku dolane yo nang suket-suket. Trus ono kewan sing jupit-jupit iku
lho." *Hayo ... apa
hayoo?? *
"Opo bu?"
"Yu yu tah?" *Yu yu hewan sejenis kepiting
berukuran kecil yang sering di temui di daerah persawahan ... byasanya sih klo
di perkotaan, ngintip selokan juga ada. Coba aja mungkin anda beruntung
:xixixi*
"Guduk
… sing onok ekore duwur iku lhoo, jengking .. jengking .."
"Jengking
… ?? Ngene tah bu?" *Sambil
mempraktekkan tubuh ku yang sekseeh .. hehe*
"Oooalaah
.. Bocah bento, iku lak iso an mu ae." *Mulai
goyah nih badan ga seimbang, kena dorongan kakak*
"Kalajengking
bu?" Jawab kakakku
"Medeni
lak an bu? Dolananne kok berbisa?" *Hhhiii
.. ngeri bayanginnya*
"Iyo
.. ono racune tibae, tapi ga ngerti ndisik nduk."
"Trus,
dicekel mbak ku .. lha kok moro-moro kewane diuncal."
"Lhoo
.. wis di capit brarti." *Byasa
penasaran*
"Tangane
kemeng jare, tapi yo dijarno. Wong ga ngerti."
"Terus
tugel bu?"
"Durung,
sesuke tambah aboh guede."
"Sak
piro bu gede ne?"
"Sak
bogem."
"Temenan
tah bu?"
"He
eh .. terus di taleni karet."
"Ben
opo?"
"Gak
loro."
"Iso
tah bu? Ngarang iki."
"Ga,
malah nemen. Metu nanahe .."
"Yeeeek
.. gilani bu."
"Lha
kok iso tugel?"
"Iyo
.. pas dolan, drijine tak uncal gedang." *Ledakan tawa kedua … semoga anda bisa membayangkan betapa hebohnya
kali ini. (Kalau saya sih tidak, susahlah bayanginnya ga bisa diungkapkan
dengan kata-kata …. LebHay)*
"Woooh,,
nguaaawuur ibu iki." Protesku.
"Yo
opo nguncale?" *Setujukah dengan
pertanyaan ini???*
"Gedange tak gelindingno, kenek drijine
melu gelinding pisan."
Dan …
Akhir cerita ini mampu mengguncangkan
mentalku dan kakakku seketika, karena nenekku juga suka iseng.
~Dalam keluarga, kalau kita mau lebih
mengetahuinya, pasti apa yang dulu pernah dilakukan oleh mereka, itulah yang
kita lakukan dan rasakan saat ini.~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar